Waktu dapet soerat tjintah yang ke dua dari KBB, rasa penasaran terjawab sudah, di Facebook cuma disebutkan kata "ragi" sebagai kisi-kisi, dan resep yang dipilih oleh host kali ini ternyata adalah....... BAGELS.




Ketika saya sedang berkunjung ke sebuah mall di Surabaya, ada sebuah rumah makan yang menyajikan hidangan a la China dengan porsi yang besar. Biasanya di dalam ruangannya penuh, dan pengunjung harus mengantri untuk dapat giliran mencicipi porsi besar nya. Rumah makan tersebut ternyata bernama "WOK", yang dalam bahasa China artinya wajan atau wadah untuk menumis (lagi sotoy, hahahaaa... please cmiiw).

Kali ini saya berkunjung ke WOK di Tunjungan Plasa, Surabaya. Sekitar jam setengah enam sore Beruntung saat itu belum penuh pengunjungnya.



ayam cabe pedas






Jam sudah menunjukkan hampir tengah malam, suasana deretan ruko yang menjajakan makanan di malam hari menggoda saya untuk mencicipi. Sebuah plang "Kopitiam Oey" terpampang di sela-sela kerumunan mobil yang terparkir di area itu. Tempatnya tak sebrapa besar, tapi cukup nyaman.

Ada indoor dan outdoor, saya memilih di luar, sambil menikmati angin malam bersama minuman hangat, kali ini saya pilih teh tarik hangat.
Rasanya ternyata memang beda, kalau biasanya yang terasa di lidah adalah teh tarik "sachet", yang ini terasa tarikannya, maksud saya, buihnya benar-benar keluar, dan rasa teh nya khas sekali, dicampur susu yang nikmat, dengan rasa manis yang tak berlebihan. Passsss!!


Teh Tarek Semenanjung
 Saya juga sempat mencicipi kopi dan minuman berikut ini:



Arek Suroboyo itu doyan makan....karena di daerah Surabaya dan sekitarnya memang makanannya enak-enak. Saya sempat melakukan perjalanan dari Surabaya-Malang-Pasuruan. Di pinggiran jalan terdapat tempat makan yang letaknya berkelompok dan terdiri berbagai macam sajian, mulai dari Mie instan, Sate ayam, Sop Buntut, dsb. Berikut pengalaman makan-makan saya di sepanjang perjalanan.

1. Rumah Makan Cairo






Suatu sore di tengah gerimis kota jakarta, tibalah kami di mall FX di Sudirman. Karena saat itu sedang hujan gerimis tiada hentinya, rasanya perut ingin sesuatu yang hangat dan berkuah.

Sedang memilih dan memperhatikan tiap tempat makan yang nyaman, sebuah brosur disodorkan. "Suka Suki", makan sepuasnya hanya +/- Rp.60,000.  Dilihat dari luar, tempatnya nyaman, tidak terlalu ramai, cocok untuk nongkrong seharian dan mengambil makanan tanpa harus berpikir dan takut tambah biaya lagi.










Klub Berani Baking. Sebuah klub baking yang ternama di kancah dunia per-baking-an Indonesia dan dunia. Sudah lama saya ingin bergabung dengan klub ini, dan akhirnya saya mendapatkan kesempatan juga untuk berbagi ilmu dengan para anggotanya.
Saya harus melalui 2 tantangan baking dulu untuk bisa jadi salah satu anggota klub ini. Di tengah malam sekalipun saya bela-belain untuk laporan pe-er nya.

Dan....inilah....*drum roll...

Tantangan pertama saya :

KBB#32: Japanese Roll Cake (JRC)



*tepuk tangan berkumandang membahana....

photo by http://cutestwallpapers.blogspot.com



Gambar diatas dari cutestwallpapers.blogspot.com mewakili perasaan saya ketika harus berpisah dengan teman-teman saya. Mereka memberi warna baru dalam kehidupan ini. Mereka memberi keberanian untuk melangkah, memberi kekuatan untuk menjadi diri saya sendiri, dan memberi ruang untuk saya berlatih untuk pelajaran kehidupan. Mereka membiarkan kehidupannya saya susupi, saya komentari, dan saya buat menjadi pandangan baru untuk menjalani dan menata masa depan.


Berkumpul bersama di hari Terakhir
Tertawa, Bahagia, terbahak, optimisme menatap masa depan
Wajah tanpa beban, tanpa sesal, hanya rasa yang membuncah.
Bukan kesedihan, ataupun kehilangan, 
Hanya sedikit kekosongan yang segera berganti isi jadi semangat membakar.

Kenangan dan ingatan akan apa yang telah diperjuangkan bagi diri sendiri,
Sebuah awal yang beriak dan bergelombang,
Serta sebuah akhir yang diiringi dengan kelegaan.

Klimax. Sempurna. Kepuasan. Keindahan.

Bersyukur ada di antara orang-orang hebat yang disebut sebagai teman 
Merajut mimpi dan angan bersama
Kini saatnya mewujudkan

Terimakasih untuk tawa lebar yang lebih daripada senyuman,
Tuk lompatan rasa kegirangan,
Tuk jadi pengocok perut,
Tuk kebaikan


A heritage. It won't be ended.
See You again,
Now we'll just pass it on

Sayōnara...Till We meet again...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...