Doyan banget sama popcorn rasa karamel yang dijual di bioskop (bahasa tahun berapa ini??) eh, XXI itu loh, dan penasaran pengen bikin, dan hari inilah saatnya..


Jadi,

Google menyediakan banyak banget resep Caramel Popcorn, mulai dari yang pake sirup jagung, susu kental manis, gula putih, brown sugar, de es te...de es be. Cari cari cari, eh ketemu juga sebuah website yang informatif, yang resepnya ditulis oleh EMMA CHRISTENSEN dan saya contek resepnya. Untuk versi saya, disesuaikan dengan stok bahan yang ada di rumah, tapi step by step nya sama seperti resep asli.



Blog "mbak" Emma ini dilengkapi step by step dan aneka ragam tips and tricks, sangat memudahkan, akan tetapi semua itu akan lebih mantap kalau diterapkan sendiri tentunya. Seperti saya misalnya, perasaan udah baca berkali kali semua tips, cara buat, udah dibayang bayangin, eh...ya ada yang missed juga kan, hadeuuuuhhh...
Tantangan bikin si popcorn rasa karamel ini adalah semuanya harus serba cepat, pastikan semua bahan sudah disiapkan di deket panci, supaya ga nyari nyari lagi, karena kalo ndak siap, nyari sana sini lagi, keburu hangus butter atau gula nya, atau kelupaan gak masukkin minyak waktu bikin popcorn, atau popcorn terlalu lama di atas api, dan hangus menghitam, sehingga rasanya pahit.
Tapi kalau mau coba bikin sendiri si caramel popcorn ini, jangan gentar, i'm on your side...cieeehhh...





Berikut resep yang sudah saya modifikasi:


Popcorn Caramel

Bahan:

200 gr jagung popcorn

1 sdm minyak goreng
1 cup salted butter
1 cup brown sugar
1 sdm sirup maple ---> boleh tidak pakai/skip
1/2 sdt soda kue
Segenggam almond yang sudah dipanggang dan dihancurkan

Cara buat:

1. Buat dulu popcorn nya, masukkan biji jagung ke dalam panci yang sudah panas dan sudah diberi minyak, tunggu beberapa saat, akan terdengar bunyi letupan, goyangkan panci sebentar saja, dan tunngu sampai letupan selesai, angkat dan letakkan di mangkuk besar.

Pisahkan berondong jagung dan biji yang gagal meletup dengan cara menuangkan perlahan ke mangkuk lain, dan pisahkan biji jagung yang gagal meletup.
Ingat, hanya berondong yang berhasil mekar yang bisa kita pakai.
(tips membuat popcorn ada di bawah resep yaaa...)

2. Panaskan oven 100 derajat celcius


3. Buat saus karamel, lelehkan butter, masukkan brown sugar, tunggu sampai meletup, matikan api kompor, tambah sirup maple, aduk, lalu masukkan soda kue, aduk sampai saus berbuih

4. Siramkan saus karamel di atas popcorn, campur langsung saat saus dituang.
Pekerjaan ini akan lebih mudah bila ada yang membantu menuangkan saus, jadi salah satu bisa langsung mengaduk dan mencampur popcorn saat saus dituang.

5. Masukkan popcorn yang telah dicampur saus karamel ke dalam oven, panggang selama 30 menit.
Setiap 15 menit aduk kembali popcorn, pisahkan popcorn yang saling menempel

6. Simpan popcorn caramel di wadah tertutup setelah dingin

Siap disajikan dan dihabiskan sambil menonton film di sofa empuk nan nyaman bersama keluarga =)





Beberapa tips untuk bikin popcorn karamel ini:
Untuk membuat popcorn,
  • Membuat biji jagung menjadi popcorn dengan panci yang kecil saja apabila memasak dengan kompor
  • Selalu berikan sedikit minyak sebelum memasukkan biji jagung, dan pastikan panci dan minyak sudah benar-benar panas
  • Jangan terlalu banyak memasukkan biji jagung ke dalam panci
  • Setelah memasukkan biji jagung langsung tutup panci dan kecilkan api
  • Jagung akan meletup letup, setelah letupan mereda saya matikan api, goyang goyangkan panci sebentar, dan hitung sampai 10, biasanya ada susulan letupan lagi, setelah suara letupan habis, angkat dan letakkan di tempat kering
Untuk membuat saus karamel dan saat saat memanggang:


  • Gunakan api sedang kecil saja, supaya tidak cepat gosong saat membuat saus karamel (saus saya rada kegosongan, karena kelamaan waktu bikinnya, atau bisa juga kelupaan kecilin api kompor)
  • Gunakan panci anti lengket, saya menggunakan panci teflon
  • Segera tuang saus karamel panas panas ke dalam mangkuk popcorn
  • Gunakan mangkuk besar (saya menggunakan panci teflon yang besar), karena saat sudah dituang, popcorn akan menyatu, saling menempel dan sulit dipisahkan bagai makhluk sedang jatuh cinta, hahahaaa... (eh cieeee, romantis....)
  • Caramel akan sangat panas, gunakan sendok kayu untuk mencampur
  • Sisa karamel yang dingin akan menempel pada panci dan sendok, dan menjadi keras, susah dicuci nya, maka dari itu..... saya berikan air pada panci bekas membuat saus karamel, kira kira setengah ukuran panci, dan saya panaskan kembali sampai mendidih, lalu saya aduk aduk sampai leleh, dan buang airnya
  • Usahakan mengaduk popcorn karamel yang sudah dipanggang setiap 15 menit, supaya pada saat dikeluarkan popcorn tidak saling menempel
Untuk percobaan pertama ini, saya suka dengan hasilnya, saus karamel menjelma dan memberikan sensasi crunchy saat dimakan, popcorn tidak menjadi lembek, dan saya siap menikmati waktu santai saya.



Kürtőskalács, adalah pastry yang dikenal oleh masyarakat Hungaria. Pada awalnya, makanan ini hanya dibuat saat acara perayaan khusus, dan saat ini telah menjadi makanan sehari-hari. Makanan sejenis pastry, yang telah populer sejak pertengahan abad ke 19 ini, memiliki tekstur yang garing di luar dan lembut di dalam, kalau dicicipi, sekilas mirip roti sisir di dalamnya, dengan kulit yang garing dan gurih di luar, dan biasanya bagian luar kue diberi topping aneka ragam, mulai dari kacang kacangan, coklat, serta aneka rasa lainnya. Untuk saya, ditaburi gula pasir dan butter saat keluar dari oven, rasanya sudah nikmat, enak dimakan hangat bersama teh atau kopi di sore hari.

"Pekerjaan Rumah (baca: pe-er)" dari KBB kali ini tidak lain tidak bukan, ya Kurtos Kalacs ini.





Kali ini postingannya berupa cerita milih calon presiden, dan bukan tentang bikin tantangan masak, atau menceritakan pengalaman makan di sebuah tempat, atau pengalaman naik taxi.

Setelah sekian lama menanti sosok Ksatria yang mampu memimpin bangsa Indonesia, di tahun 2014 ini masyarakat Indonesia kembali diberikan kesempatan untuk memutuskan sebuah keputusan besar untuk masa depan sebuah bangsa, yaitu memilih satu di antara dua calon ksatria penyelamat nasib rakyat Indonesia di masa yang akan datang.

Agak membingungkan bagi masyarakat untuk menentukan pilihan, karena kedua calon pemimpin bangsa ini mengklaim adalah yang terbaik. Seperti biasa, para capres dan cawapres berkampanye selama waktu yang ditentukan oleh KPU, dan dalam PEMILU kali ini, akhirnya saya menemukan sebuah sensasi untuk harus mengikuti PEMILU dan TIDAK GOLPUT. Karena apa?




Menjadi "Golput" atau ikutan "nyoblos" pada Pemilihan Umum calon pemimpin Indonesia yang digelar setiap lima tahun selalu didasarkan atas berbagai harapan dan latar belakang tiap individu yang menjadi warga negaranya. Ada yang memiliki latar belakang seperti saya, ataupun alasan lainnya, kepentingan individu, dan sebagainya.

Saya ingin menceritakan pengalaman saya untuk menggunakan hak pilih saya di pemilihan umum tahun ini. Saya tidak memiliki informasi mengenai bagaimana menggunakan hak pilih saya tahun ini, karena saya harus bekerja di luar kota, dan saya tidak sempat datang ke tempat asal saya untuk sekedar 'nyoblos' ataupun mengurus formulir A5 karena kesibukan dan kondisi yang tidak memungkinkan.

Pada waktu H-3, saya diberikan informasi bahwa bisa datang ke TPS terdekat dengan membawa KTP yang berlaku. Tentu saja saya menjadi sedikit lega, karena bisa menggunakan hak pilih di perantauan. Apalagi saya dengar beberapa teman saya yang ber-KTP non domisili juga akan diijinkan nyoblos di TPS terdekat, dan kami diminta datang setelah jam 12 siang, seperti info dari sini,  makin semangat lah saya.

Pada hari H, saya datang ke TPS yang dimaksud dengan berbekal KTP dan modal semangat Pe De (Percaya Diri),jam 11.30.

Pejabat TPS (PT) : "Mo ngapain?"

Saya (S) : "Mo nyoblos"

PT : " Undangannya mana?"

S : " Oh, saya udah setahun lebih kan di sini, kemarin ada yang kasih info bisa nyoblos di TPS ini, bawa KTP aja"

PT : melihat saya dari atas ke bawah dengan teliti

S : Menunggu dikasi surat suara

PT : "Gak bisa. Kalo bawa surat dari kelurahan baru bisa. Lagian kan harus 7 hari yang lalu ngurusnya.", sembari garuk garuk idung, gatel mungkin yah..

S : "Loh, kok saya dikasih tau sama yang sebar undangan, boleh pake KTP ya?"

PT : "Gak ada info kayak begitu, maaf ya." Sambil gaya a la menolak pengemis di pinggir jalan.

S : "Kok info nya adi beda, mana yang bener nih?"

PT : " Iya." sambil garuk garuk idung lagi.

S : Mikir, kok iya doang sih jawabannya.

PT : Ngeliatin lagi satu satu kami dari atas ke bawah

S : "Oke, Anda yang gak bolehin saya milih. Makasih" sambil langsung ngeloyor pergi.


Sampai di rumah, entah mengapa hati saya galau. Seakan ada sesuatu yang salah. Saya terpaksa Golput dong. Saat semangat itu sudah terlanjur membara, saat harapan itu terlanjur kembang, saat penolakan itu terjadi tanpa penjelasan yang bisa memuaskan, saat....saat... ah, saya harus cari informasi yang benar nih.

Saya cek timeline twitter, dan menemukan banyak kasus yang sama seperti yang saya alami. Di beberapa TPS memang mengijinkan orang dari luar daerah domisili nya untuk mencoblos di sana, namun banyak yang ditolak dan tak diijinkan menggunakan hak pilihnya seperti yang saya alami tersebut.
Banyak dari mereka yang galau, dan bingung harus melakukan apa untuk mendapatkan hak pilihnya.

"Seumur-umur, baru kali ini saya ngerasain galau loh..."
"Saya ditolak nyoblos di tempat tinggal saya sendiri, hanya karena tidak terdaftar, padahal saya sudah lapor, rasanya....sakit...jleb"
"Katanya yang jaga TPS, kalo nyoblos ga pake surat undangan dia bakal dipenjara, nah ini gw punya KTP Indonesia, punya formulir A5, ya masa ga dibolehin nyoblos juga sih..."
"Aku ditolak nyoblos di 2 TPS berbeda, dan bela belain drive berpuluh km, cuma buat nyoblos,ckckckckk..."
"Kita ditolak juga nih, dan kita cari TPS lainnya buat nyoblos, dan dah dapet TPS yang mau kasi kita hak pilih yang memang milik kita, buat nyoblos, ayo semangaaatttt.. cari TPS lain yang punya hati!!"

Demikian kicauan mereka, para warga twitter.

Saat saya menghubungi kerabat saya, ternyata ada sebuah TPS yang mengijinkan warga nya menggunakan hak pilih tanpa dilarang atau dipersulit. Tanpa pikir panjang, saya langsung menuju ke sana, membutuhkan waktu yang agak panjang untuk datang ke sana. Entah apakah saya bisa atau tidak, namun saya akan berusaha endapatkan hak pilih saya. Demikian tekad saya bersama teman-teman.

Jam satu tepat, saya parkir mobil, dan harus berjalan lagi menuju TPS. Kira-kira jam satu lewat saya tiba di sana.

PT 1 : "Siang mbak. Silakan..."

PT 2 : "Dah selesai"

S : "Siang, masih bisa kan ya?"

PT 1 : "Oh, maaf, sudah selesai."

PT 3 : "Apa sudah habis surat suara nya? Kasih aja lah, orang mo nyoblos."

PT 2 : "Gimana ini, diijinkan atau tidak?" bertanya kepada anggota lainnya sambil menggerakkan tangan seperti burung mengepakkan sayapnya.

Terlihat seorang berpakaian seragam dengan tulisan Panwaslu

Petugas Panwaslu (PP) : "Aturannya jam 13.00 selesai. Sekarang sudah ditutup. maaf."

S : "Yah, Pak, saya tadi di sana ditolak, masa di sini ditolak lagi, kan tutupnya belum lama."

PP : "Iya, peraturannya memang begitu. maaf ya. " Sambil mempersilakan saya keluar area TPS

S : "Tapi, saya golput dong Pak. "

PP : " Ya, gak golput, cuma sudah terlambat."

S : "Ya itu kan namanya golput, Pak. Bapak yang bisa kasi saya keputusan untuk golput atau tidak, itu ada di tangan Bapak. Itu tergantung kebaikan hati Bapak. Apakah saya mendapatkan hak saya atau tidak, itu tergantung atas kebijakan Bapak."

PP : "Iya, gak bisa."

PT 3 : "Ya diberikan juga ga apa apa kok Pak. Kita masih banyak surat suaranya."

PT 2 : " Tahun depan aja nyoblos lagi ya"

S : "Hah? Tahun depan?"

PT 3 : " Emang ada lagi tahun depan?"

PP : " Gimana ya, aturannya begitu memang, sudah ditutup."

S : " Jadi, gak bisa nih Pak, ayo lah Pak. Tolong saya, saya ke sini jauh jauh loh."

PP : "Maaf.." Sambil mengatupkan kedua tangan di depan dada.

S : "Ya sudah, terimakasih kalau begitu ya Pak. " Sambil menundukkan kepala, dan berjalan keluar dengan langkah gontai.

PP : Meihat saya beserta teman yang sedih dan galau

S : Melihat ke arah Pak PP penuh rasa sesal dan kecewa, dan berkata dalam hati, perjuanganku tak berhasil kali ini. Kembali melihat ke arah Pak PP dan berjalan pelan menuju parkiran. Hati saya gundah gulana tak lagi bersemangat.

Tiba-tiba ada teriakan, dan saya lihat beberapa orang dari TPS itu memanggil saya dan teman-teman.

Saya lalu kembali dan melihat mereka penuh kegembiraan.

PT 3 : " Mana ini surat suaranya" Sambil tersenyum ke arah kami

PP : tersenyum sambil mengangguk saat saya mengatakan terimakasih

PT 2 : "Sini, sini... di sini.. ayo nyoblos. Ini terakhir ya." Sambil membesarkan volume suaranya, karena ternyata di belakang kami masih ada yang mau nyoblos juga, namun terpaksa ditolak, dan mereka menyerah tanpa argumen.

S : Langsung mencoblos

PT 2 : "Ini tinta nya. Buat bukti udah nyoblos."

S : "Terimakasih Pak, Bu, terimakasih... terimakasih banyak..."

Seluruh isi TPS : "Iya" sambil tersenyum

PT 2 : "Nih, makasih sama yang ini nih..." sambil menunjuk Pak PP dan seorang lainnya.

S : "Terimakasih Pak PP. Tuhan yang balas kebaikan Bapak"

PP : "Iya, sama-sama. " sambil tersenyum

Keluar TPS, hati saya lega sekali, dan bersyukur bisa menggunakan hak pilih saya sebagai warga negara Indonesia.

Kemenangan saya hari ini, bukan karena pilihan capres/cawapres yang unggul di ajang hitungan cepat PEMILU, namun saya menang karena berhasil memperjuangkan hak pilih saya.

Andaikan sistem di Indonesia lebih pro rakyat dan informasinya tersampaikan dengan lebih baik dalam membebaskan masyarakatnya untuk menggunakan hak pilih, andaikan para pemimpin yang dipercayakan memimpin dan dberikan kekuasaan untuk memimpin rakyat dalam skala terkecil sampai yang terbesar mau peduli dan memiliki hati dan kebijaksanaan untuk melihat manusia lain sebagai individu yang juga punya hati dan perasaan, andaikan semua orang mau saling peduli dan memiliki tanggung jawab membesarkan negeri ini, dan andaikan apa yang diandai-andaikan masyarakat selama ini menjadi kenyataan.

Ayo, perjuangkan hak dengan kecerdikan, dan mari lakukan kewajiban dengan ketulusan.


Selamat Datang!!
di Depot Mie 55
Dibuka Sejak 1982

Demikian sambutan yang akan didapatkan ketika memasuki sebuah Depot (sebutan yang populer untuk rumah makan di daerah Surabaya, Jawa Timur) di area ramai Jalan Ahmad Yani di Surabaya. Melihat tahun bukanya, saya langsung tertarik, karena memang saya penggemar masakan a la Chinese dengan citarasa klasik alias jadoel.
Berbeda dengan rumah makan Chinese Food modern yang ini, Depot Mie 55 bergaya lebih klasik namun tidak mengurangi kenyamanan pengalaman kuliner di kota Surabaya.

Kali ini saya mencicipi beberapa masakan di depot ini.

Saat menerima email bahwa saya mendapat kesempatan mencoba produk Sushi Don: Cheesebury Roll dari tim Yukcoba.in, senang bukan kepalang =D
Saya tunggu tunggu kedatangan makanan yang terkenal di negara nya 'Nobita dan Doraemon' ini. Saat itu kiriman penganan khas Jepang ini datang saat malam, dan saya baru selesai makan malam...hahahahaaa... Jadilah saya simpan di dalam kulkas untuk dimakan keesokan hari.

Setelah dipanaskan, saya sibuk mencicipi Cheesebury Roll ini.




Soooo excited, deg-deg an... apa rasanya yaaa?? 

Makan Sepuasnya di hotel memang menyenangkan, dengan keramahan staff yang melayani dengan penuh senyuman, pemandangan lobby yang cantik, sambutan yang menyenangkan, apalagi kalau makanan yang disajikan cocok di lidah, dan datang bersama keluarga atau orang-orang tersayang di hari Libur, hmmm.. nyamannya..

Kali ini saya diundang mencicipi makanan "all you can eat" di Hotel Garden Palace, Surabaya. Hotel bintang 4 yang terletak di pusat kota yang ramai ini, sudah sejak 1984-an menjadi salah satu hotel favorit apabila berkunjung ke kota Sura dan Buaya ini. Setelah renovasi gedung di tahun 2012, Hotel Garden Palace terus mempercantik tampilan serta layanan yang diberikan.

Ada beberapa tempat makan di hotel ini, kali ini saya membagikan cerita makan siang saya di Green House, salah satu tempat makan yang buka 24jam di Hotel Garden Palace.


"Gerbang" Green House



Yuhuuuuuu........ Bulan Maret ini di tengah ribetnya lapor pajak, datanglah tantangan dari Klub Berani Baking,  membuat kue yang sudah diciptakan di bumi Indonesia raya tertjintah sejak doeloe kala, *drum roll....
Lapis Legit..
Terbayang-bayang telor yang buanyak bangeth ituh, melapis adonan satu per satu, dan cerita gagal dari banyak teman yang berani berani nyobain bikin lapis legit ini, wah...wah...

Seperti biasa, diperlukan keberanian dan mental yang cukup di kala harus menaklukan tantangan dari KBB #macam mo perang sajah lah.. Dan kali ini, benar-benar perjuangan. Lapis Legit yang kubuat jadi mini, ukurannya setengah lapgit biasanya, karena kegedean loyang, itu baru pendahuluan.....

Kasi intip dulu lah hasil akhirnya....




Begini ceritanya...



Baguette, atau diperkenalkan oleh ibunda saya sebagai "Roti Pentung" karena produk ini dijual dengan bentuknya yang panjang bulat seperti pentungan di toko kue dan roti di Indonesia.
Roti yang terkenal di negara Perancis ini biasanya dimakan dengan sup krim kental, atau dibuat roti bawang putih (garlic bread), favorit saya, dipotong potong dan diberi olesan mentega dan gula pasir lalu dipanggang,hmmmm.. Ada dua versi yang saya buat dari resep si "Roti Pentung" ini....


Ini resep fondant sebagai alternatif membuat modelling fondant, cara membuatnya cukup mudah dan bahan-bahannya juga gampang ditemukan

Selamat membentuk fondant yaaa... =)
Resep Marshmallow Fondant 
(Yiled: kira-kira 1 kg)

Alat:
- microwave
- microwavable bowl
- bowl biasa
- spatula, olesi dgn shorthening

Bahan:
1 pack / 250-300 gr   Mini white marshallow
2 lb  / 900 gr              Confectionery sugar, ayak/blender supaya tdk menggumpal
2 sdm      Air
1/2 cup                      Vegetable shorthening (mis: Crisco) utk olesan
Cara membuat :
1.        Siapkan bowl biasa, olesi bgn dalam dgn shorthening, masukkan ¼ bagian gula ke dalam bowl. Buat lubang di tengahnya. (Bagian bawah bowl tetap tertutup sugar).
2.        Siapkan microwaveable bowl, oles bgn dalam dgn shorthening. Masukkan marshmallow + 2 sdm air. Microwave high 30 sect. Jika belum meleleh, panaskan lagi high 30 sec. Ulangi hingga meleleh.
3.        Tuang marsmallow leleh ke dalam bowl berisi gula. Tambahkan ¼ bgn lagi sugar. Aduk rata dgn spatula. Lakukan tes consistency. Tambahkan sugar hingga tercapai consistency yang tepat. 
4.        Olesi tangan dengan shorthening (be generous, kalo gak marshmallow akan lengket di tangan). Ulenin fondant dengan tangan di worktop yg sudah diolesi shorthening hingga fondant tidak lengket.
6.        Bungkus plastik/ziplock.

Note:
- Gula yg digunakan bisa kurang/lebih, tergantung consistency
- Fondat ini agak lemas, cocok utk icing melapisi cake. 
  Jika utk figurin, dekorasi lebih kaku/stiff, maka gunakan 2 sdm gumpaste (Wilton) atau gumtex (Wilton) utk 1 resep ini, atau tambahkan a pich of gumpaste/gumtex utk bgn kecil marshmallow fondant.
- Referensi, bisa pakai double boiler utk melelehkan marshmallow


 


 
Happy Birthday Klub Berani Baking...

Sebenernya tantangan kali ini sesuai judulnya, "White KBB 6th B'day Cake", ya harus serba putih. Tapiiiiiiii...... Karena satu dan lain hal, terpaksalah saya melaporkan kue yang ga putih buat hari ultahnya KBB yang ke 6.

Jadi, Begini ceritanya......



Kala Lapar melanda, dan kantong mulai menipis, saatnya mencari makanan layak yang  rasanya enak dan lezat di mulut, dan nyaman di "dompet".
Makanan murah meriah nan lezat menjadi pilihan saya kali ini. Lokasi "warung tenda" banyak ditemui di Surabaya, dan wajib dicicipi, apalagi yang ramai dan sampai mengantri puuuaaannnjaaaanngggg.... Seperti Mie Setan Surabaya, yang berlokasi di Jln.Kacapiring no.14, Surabaya.

Antrian Mie Setan

Mie Setan dan Mie Iblis ditemani Es buah

Lokasi ini selalu ramai dipenuhi pelanggan yang antri rapih sampai tumpah ke jalanan. Menu yang ditawarkan di tempat makan yang satu ini adalah:

- Mie Setan Rp 8.500
- Mie Iblis Rp 9.500
- Es Genderuwo Rp 9.000
- Es Pocong Rp 9.000
- Es Kuntilanak Rp 7.000
- Es Sundelbolong Rp 6.000
- Es Tuyul Rp 5.000


Mulai buka di jam 15.00-23.00, tempat ini selalu saja ramai setiap harinya. 
Rasa Mie Setan seperti rasa cwie mie  Malang. Mie nya direbus dan dibumbui. Sedangkan Mie Iblis adalah tak lain tak bukan Mie Goreng. Untuk kadar pedasnya silakan dipilih sesuai kekuatan lidah dan perut Anda, hehehehe....
Es yang ditawarkan merupakan campuran buah-buahan, segar dan pas untuk dinikmati bersama mie yang pedas dan kota surabaya yang panas.

Saran saya apabila ingin mencicipi hidangan di tempat makan ini, siap-siaplah dengan antriannya yang (super) panjang. Kalau tak ingin antri berkepanjangan, sebaiknya datang jam 15.00 saat 'warung' akan dibuka, biasanya jam 15.00 orang sudah mulai berdatangan dan antri, namun tidak terlalu panjang. Tempatnya enak untuk ngobrol-ngobrol atau  berkumpul bersama teman-teman.

Untuk tanya-tanya silakan kunjungi halaman Facebook Mie Setan.

Sebagai alternatif, apabila sedang ada di daerah Tenggilis, bisa mengunjungi "warung tenda"  yang menjual Sate. Sate Kartika. Cukup recommended karena sate nya enak, dan masih terjangkau harganya, tak sampai Rp.10,000. Lokasinya ada di Jalan Tenggilis Mulyo.





Bumbu Sate yang enak membuat saya datang ke tempat ini untuk makan. Walaupun tidak se-antri Mie Setan, tempat ini ternyata punya pelanggan setia, maklum, lokasi nya dekat dengan Universitas Ternama, jadi banyak anak-anak kuliahan yang juga nongkrong di sini.

Lokasi lain yang dekat dengan Tenggilis adalah Warung Sejedewe. Warung yang berlokasi di
Jl. Tenggilis Mejoyo No. 3, Surabaya, Jawa Timur ini banyak dikunjungi anak-anak kuliahan , karena memang lokasinya yang dekat dengan Ubaya, salah satu Universitas terkemuka di Surabaya.
Tempat ini menawarkan menu Bebek goreng, Ayam Goreng, Ikan goreng, Seafood, dan lain sebagainya. Untuk harganya, mulai 2000 sampai 50,000. Untuk Tempe goreng, usus goreng, hati ampela goreng mulai Rp. 2000, sedangkan untuk masakan seafood seperti kepiting dihargai 50,000 dan ikan Rp.20,000.



Ayam goreng Super


Ikan dorang goreng






 

Di saat-saat lidah ingin merasa, perut ingin dikenyangkan, dan keinginan harus dipuaskan, all you can eat adalah solusinya......


Hanamasa. Tempat ini menyenangkan untuk saya, karena di tempat ini saya bisa datang dengan selapar laparnya, dan pulang dengan sekenyang-kenyangnya, betul sodara-sodara?? =) 

Jadi, bulan puasa yang baru lewat kemarin, saya makan malam di sebuah tempat makan sepuasnya yang tersohor di negeri ini, HANAMASA.

Begini ceritanya...


Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi reviewer yukcoba.in, dan kali ini saya akan mereview varian terbaru dari Teh Lipton rasa Apel dan Strawberry.



Begini cerita saya mencicipi teh rasa buah....






Bulan Juli ini saya mendapat tantangan dari Klub Berani Baking untuk bikin "Pavlova". Menurut sejarahnya sih, makanan manis yang diberi nama dari seorang penari asal Rusia Anna Pavlova, dibuat oleh seorang chef sebuah hotel untuk menyambut kedatangan  sang penari saat beliau melakukan tour ke Australia dan New Zealand sekitar tahun 1920-an.

Dessert berbahan dasar meringue  ini sangat terkenal di kedua negara tersebut, dan menjadi jenis makanan yang penting untuk masyarakatnya. Karena terbilang mudah proses pembuatannya, Pavlova menjadi hidangan favorit yang penting untuk dihidangkan di saat masyarakat negara tersebut sedang merayakan momen penting di hidupnya, seperti ulang tahun, dan saat menjelang liburan atau hari raya. 
Mungkin seperti nasi tumpeng atau ketupat ya kalau di Indonesia... =))

Nah, sekarang, giliran saya yang mencobanya. begini cerita pembuatannya.....







De Boliva merupakan salah satu tempat hang out yang cukup terkenal di Surabaya. Berawal dari tahun 1990an, ice cream rumahan yang dikenal dengan "Cinxana Ice Cream" ini awalnya hanya melayani kalangan teman-teman dan kerabat dekat.

Hingga di tahun 2000, dibuatlah bisnis secara profesional, dan lahirlah "de Boliva". Ice cream (biasanya orang surabaya pronounce nya es grim) yang diproduksi juga bukanlah sembarangan, bahan-bahan dan kualitas ice cream yang sejak awal diproduksi merupakan kualitas dengan standar internasional, hal inilah yang membuat de Boliva menjadi sukses dan memiliki pelanggan yang setia.

Saat ini de Boliva, yang mengusung tagline "Great Taste with Low Fat" ini, memiliki beberapa cabang di kota Surabaya, dan saya berkesempatan mengunjungi salah satu outlet 'ngopi' (baca: tempat minum kopi sambil berkumpul dengan teman-teman dan ngobrol sampai bosan) de Boliva yang menjadi tempat favorit kerabat dekat saya, yaitu di Plaza Marina. Tempat yang cukup nyaman, dilengkapi sofa (sebuah 'tempat ngopi' belum lengkap rasanya tanpa sofa empuk yang nyaman, ini pendapat pribadi saya) dan tempat untuk merokok yang berada di luar ruangan, dengan pemandangan mobil yang mengantri di pintu keluar. 



Masuk ke dalam, rupanya  kerabat dekat saya tersebut memang sudah dikenali kebiasaannya merokok dan menyalakan laptop, sehingga baru saja duduk, sang pelayan langsung membawakan asbak dan kabel colokan listrik tanpa diminta. Wow, ini namanya 'excellent customer service'.

Apa saja menu yang saya coba kali ini?



 
Iced Cappucino idr 18,000


 
Kopi yang disajikan di tempat ini rasanya pas untuk lidah saya, tidak terlalu manis, namun juga tidak terlalu pahit.  Irish Coffee merupakan salah satu favorit saya.

Irish Coffee - idr 22,000
Makanan yang kami pesan memang hanya untuk 'sekedar' menemani ngobrol dan minum kopi, tidak cukup mengenyangkan, tapi cukup untuk mengisi perut di waktu-waktu sore saat berkumpul bersama teman dan keluarga. Untuk menu yang lebih 'berat' de Boliva menyediakan berbagai hidangan nasi dan steak juga.

Caesar Salad - idr 23,000

Favorit saya di tempat ini adalah caesar salad nya, sayur yang ada di dalamnya segar, dihiasi dengan parutan keju dan saus yang tidak berlebihan, lengkap dengan potongan kecil ayam. Rasanya lezat untuk semangkuk salad. Rupanya kesegaran bahan  memang merupakan penentu kelezatan dari salad ini.

Pepperoni Pizza - idr 23,000

Pizza Pepperoni yang dipesan ini agak terlalu "penuh" dengan rasa kejunya yang berlimpah, mungkin untuk penyuka keju pizza ini bisa jadi pilihan makanan Anda. 


Untuk pencuci mulut kami memesan Waffle and ice cream. Waffle yang tidak keras, enak dan tidak membuat perut penuh atau enek, dengan ice cream vanilla lezat dan sirup coklat, memberikan rasa yang menyenangkan di lidah saat menghabiskannya.

Di websitenya, de Boliva menawarkan promosi khusus untuk lebaran dan pemesanan awal secara online dengan hanya menyisihkan biaya makan Rp.30,000 saja. Silakan anda coba, dan share ke saya ya bagaimana prosesnya.

Outlet yang bisa kamu kunjungi beserta penawaran di masing-masing outlet bisa dilihat di social media twitter ataupun facebook juga.




Kisah yang akan diceritakan ini adalah benar kisah seorang teman, dan diceritakan kembali dalam bentuk posting-an di blog ini untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan bersama sebagai pengguna, dan  untuk dapat digunakan sebagai wadah instropeksi diri dan perbaikan bagi pihak terkait.

TIdak ada maksud buruk yang dipaparkan disini, mohon agar dapat direspon dengan niat baik dan hati yang ikhlas untuk kebaikan kita bersama.


"Beberapa waktu lalu saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke kota Surabaya.
Surabaya merupakan kota yang indah, bisa saya lihat 'kehijauan' di sana sini. Taman kota yang indah dipajang di berbagai sudut jalan utama kota ini, dengan lampu-lampu yang indah dan dilengkapi tempat duduk, bahkan beberapa taman kota dilengkapi dengan wifi. Pemerintah kota ini nampaknya bersungguh-sungguh untuk menyejahterakan rakyatnya.

Sebagai orang luar daerah ini, saya membutuhkan transportasi yang memadai untuk berkeliling kota. Di kota ini tersedia beberapa brand  taxi, selain Blue Bird yang sudah kita kenal di kota besar lainnya, di Surabaya juga dipenuhi warna warni aneka taxi.

Berhubung di kota ini tidak ada angkutan umum semacam Trans Jakarta atau Trans Jogja, ditambah lagi dengan trayek angkutan umum yang cukup membingungkan untuk saya, maka seorang kolega menyarankan saya naik taksi saja, dan ia menyarankan naik taxi "tarif bawah" berwarna oranye dengan nama yang serupa dengan tulisan sedikit berbeda. Taksi dengan tagline the "Pride of Surabaya" ini mengantar saya ke tempat tujuan, yang nampaknya tidak jauh.

Saat saya menyebutkan tujuan saya, sang supir taksi nampak kecewa, ia menyetir kendaraannya dengan tidak menyenangkan, tidak menenangkan, ditambah dengan raut muka yang juga tidak ramah. Ia bertanya dengan ketus pada saya, " Mau lewat mana?",
Saya jawab " Mana saja yang tercepat dan tidak macet ya Pak."
Sementara taksi melaju dengan supir yang menyetir dengan ugal-ugalan dan saya berdoa agar selamat tiba di tujuan,  saya mengirimkan sms kepada kolega saya, bahwa taksi rekomendasinya tidak sebaik yang diceritakan.Tak sampai 5 menit saya sampai di tempat tujuan. Argo  mencatat Rp.8,000 (Delapan ribu rupiah). Saya memberikan uang selembar sepuluh ribu rupiah.
Sebagai informasi, terakhir kali saya naik taksi di kota sebesar Jakarta tarif yang dipakai adalah tetap mengikuti tarif yang muncul di layar argo, dan tidak ada batas minimum pembayaran, kecuali untuk pemesanan melalui telepon. (please cmiiw)
Setelah saya menyodorkan lembaran uang Rp.10,000 tersebut, sang supir langsung dengan nada agak 'nyolot' dan keras mengatakan "Lima belas ribu, mbak!!"
Saya sebagai penumpang, agak terkejut dengan ucapannya, karena nada bicaranya yang mengeras dan juga peraturan yang kurang saya pahami. Lah wong di argo nya saja 'cuma' delapan ribu, kok dia minta lima belas ribu. Supir yang membaca kebingungan saya berucap kembali dengan kesan tak sabaran "Memang gitu kok aturannya, kalo ndak percaya, sampeyan tanya aja ke kantor."
Saya yang sudah keluar dari taksi hanya bisa geleng-geleng kepala sambil mengeluarkan uang tambahan lima ribu untuk beliau.
Karena barang yang saya bawa cukup banyak, saya letakkan kembali di kursi jok mobil taksi dengan pintu yang masih terbuka, dan saya berdiri di samping pintu taksi yang masih terbuka tersebut. Tiba-tiba taksi bergerak maju, rupanya supir itu sedikit menginjak gas mobilnya, yang berakibat  barang bawaan saya terjatuh. Saya yang kaget karena tidak siap dengan taksi yang bergerak tiba-tiba, terpicu emosi, saya letakkan uang sebesar lima ribu di jok belakang supir, mengambil tas bawaan saya yang cukup berat, dan menutup pintu taksi dengan penuh emosi. Braakkkk..... Saya diam saja, karena tidak mau mood saya lebih terganggu lagi. Tiba-tiba supir tersebut turun dan menghampiri saya, serta berkata "Sampeyan jangan gitu nutup pintu nya kalo marah." katanya sambil melotot. Akhirnya saya bersuara, "Kamu sudah suruh saya bayar lebih, menjatuhkan tas orang seenaknya, sekarang marah-marah sama saya. Ini saya masih harus jalan lagi ke dalam gedungnya. Tas bawaan saya banyak. Kamu mau bawain? Skarang anter saya aja masuk ke dalam gedung"
Ia menjawab "Ya ndak bisa begitu, kan argo nya sudah saya matikan. nanti sampeyan disuruh bayar lima belas ribu lagi, mau ndak?"
Saya kesal sekali mendengar ucapannya. Saya tinggalkan saja supir taksi itu.

Mungkin taksi berwarna oranye ini harus memberikan pelatihan bagaimana servis yang baik untuk pelanggannya.Untuk kejadian seperti ini, saya tidak mungkin merekomendasikan taksi tersebut kepada kenalan atau rekan kerja yang berkunjung ke Surabaya. Berdasarkan pengalaman saya tersebut, mudah-mudahan teman-teman sekalian bisa lebih bijaksana dalam berlaku di "kota orang". Mungkin kita sama-sama berada di negara yang sama, namun untuk peraturan dan budaya tiap kota, tiap daerah, tiap perusahaan berbeda-beda.

Saran saya adalah sbb:
1. Cek peraturan yang terkait dengan produk yang Anda gunakan
2. Tidak semua peraturan berlaku sama untuk jenis perusahaan yang sama
3. Pelajari kebudayaan bagaimana orang-orang di daerah tujuan berlaku, dan tetaplah waspada terhadap keamanan diri sendiri
4. Selalu catat dan informasikan nomor pintu dan nama supir taksi serta nama brand pada kenalan anda, agar apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, keberadaan anda tetap bisa dilacak
5. Jangan mudah terpancing emosi atau pertanyaan supir taksi yang menjebak, seperti "Mau lewat mana?" atau "Memang bisa ya kalau lewat jalan A/B/C?" karena pertanyaan-pertanyaan seperti itu terkadang menjebak. Bisa saja supir tersebut mau mengecek apakah anda tau jalan atau tidak, akibatnya, kita bisa diajak berputar-putar saja untuk menambah argo taksi.

Selain kejadian yang tidak menyenangkan dengan taksi berwarna oranye itu, saya tetap mendapatkan berbagai pengalaman menyenangkan di kota Surabaya ini. Banyak jajanan enak di kota ini. Tahu campur, ote-ote porong, rujak cingur, tahu tek, saya pasti merekomendasikan berbagai wisata kuliner di kota Surabaya kepada kenalan saya.

Enjoy your life, coz it never flat... =)"

*update:
Pihak taksi terkait sudah memberikan penjelasan dan permintaan maaf melalui akun twitternya, akan tetapi teman saya merasa tidak perlu dihubungi, saat saya tanya alasannya, beliau ternyata agak trauma dengan perlakuan supir saat kejadian tersebut berlangsung.
"No offense, serem liat supirnya ngamuk,  apologize accepted however... ", Katanya.




Kali ini tantangan KBB meng-Indonesia sekali, Bika Ambon.


Waktu ngomong mo bikin Bika Ambon, dibilang gini, "Kalo mau bikin kue, jangan langsung bika ambon, coba dulu bikin yang gampang",  karena konon katanya proses membuatnya ga sembarangan, harus pake teknik yang bener. Tapi show must go on, harus laporan juga akhir bulan kan ke host nya KBB, jadi nya ya nekat aja bikin si kue Bika Ambon ini.

Waktu yang diperlukan untuk membuat kue ini lama juga ternyata, sekitar 5 jam-an. Aku bikin sore pas udah menjelang malem, tengah malam baru selesai, hahahaaa... Gpp deh, yang penting puas dan ga penasaran lagi. Sempet panik juga, karena ada yang saat kusodorkan kue ini, langsung bilang, "Martabak manis ya??" Waduh, langsung search sana sini, ternyata emang mirip-mirip sih sama martabak manis penampilannya, tinggal kasih keju sama mentega di tengahnya =p

Tapi pas dibelah tengah-tengah nya si Bika Ambon ini, baru keliatan bolong-bolong kayak sarang. Horeeee..... *senangnya....

Beberapa minggu setelah dapet surtjin dari KBB, mantengin milis dan cari berbagai informasi di google, ternyata ada beberapa poin yang aku catet, yaitu :

1. Api bawah saat pemanggangan sangat berpengaruh terhadap pembentukan sarang kue bika ambon ini
2. Penggunaan kertas roti sebagai alas loyang harus menutupi loyang, karena beberapa teman sesama anggota KBB kertas roti yang digunakan bisa mengambang, ga tau juga gimana bentuknya, karena kertas roti yang aku pakai tetap berada di dasar loyang. Mungkin ada yang bisa menjelaskan???
3. Ragi yang dipakai harus dalam keadaan fresh, belum kadaluarsa.
4. Proses fermentasi jangan kelamaan, karena mempengaruhi rasa si Bika Ambon, jadi terlalu asam dan bau wangi nya kurang 'mengundang'
5. Menurut teman-teman yang mencicipi kue ini, rasanya enak, tidak terlalu manis dan pas di lidah, tidak berminyak dan tidak eneq, dan paling enak kalau dipanaskan dulu sebelum disantap.

Jangan takut sama mitos susah nya bikin bika ambon ini, dengan berbekal resep nya mba Rachmah Setyawati ini poko'e dijamin sakses dan uenaaaakkk tenan.....

Berikut gambar-gambar proses pembuatan kue Bika Ambon dan resepnya :






Proses pembuatan Bika Ambon

Hasil yang enyakkkk....


Bersarang......
















Resep :

KBB #34: Made in Indonesia
Resep

BIKA AMBON
by Rachmah Setyawati

Bahan Biang :
50 gr Tepung Terigu
20 gr Ragi
25 gr Gula Pasir

3 gr Garam Halus
100 ml Air Kelapa
Bahan lainnya :
250 gr Tepung Tapioka/Kanji
12 butir kuning telur
4 butir putih telur
275 gr Gula Pasir
Bahan Cair :
500 ml Santan mentah kental (dari 2 butir kelapa utuh)
2 gr Garam halus
3 btg Serai
8 lbr daun jeruk (buang tulang daunnya)
2 lbr daun pandan
Cara membuat :
1. Aduk bahan biang. Taruh dlm baskom ragi instant, tepung terigu, lalu gula pasir dan garam halus. Tuangi air kelapa, uleni /aduk dengan tangan hingga merata, lalu tutup baskom dengan lap/plastik wrap, diamkan hingga 30-45 menit. Biarkan hingga adonan biang mengembang.
2. Sambil menunggu adonan biang mengembang, masak santan kental beserta garam halus, serai, daun jeruk dan daun pandan , hingga panas saja (tidk sampai mendidih). Sisihkan , biarkan dingin suhu ruang.
3. Kocok semua telur dan gula pasir hingga mengental. Kemudian ambil adonan biang, campurkan dengan tepung tapioka/kanji, aduk menggunakan tangan merata. Lalu tambahkan adonan telur kental tadi ke dalamnya sedikit demi sedikit sambil terus diaduk tangan. Gerakkan telapak tangan naik turun saat mengaduknya (dikeplok-keplok), hingga tercampur merata semua adonan. Kemudian masukkan santan kental yang sudah disaring terlebih dahulu. Aduk rata kembali menggunakan tangan,dgn cara yg sama dikeplok-keplok hingga adonan tercampur rata dengan tekstur yg halus (sekitar hampir 20menit), kemudian diamkan adonan ini hingga 3 jam (tutup atas dgn lap/plastic wrap).
4. Setelah 3 jam, olesi tipis2 seluruh permukaan loyang dgn minyak goreng. Alasi permukaan dasar loyang dgn kertas roti dan poles lagi minyak goreng. 
5. Panaskan oven dengan panas sedang (sekitar 160 derajat celcius) - api bawah saja. Letakkan sejenak loyang tadi sekitar 15 menit di dalam oven, kemudian keluarkan dan tuang adonan ke dalam loyang.
6. Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven, panggang di rak paling bawah, buka sedikit pintu oven , hanya hingga adonan bika ambon dlm loyang sudah terlihat berlubang2 permukaan atasnya (pertanda sudah mulai terbentuk serat pd adonan bika ambon, baru kemudian tutup pintu oven , lanjutkan pemanggangan hingga matang sempurna, sekitar 40-50menit. 
Lakukan tes tusuk untuk lebih menyakinkan apakah kue sdh matang sempurna. Setelah matang, matikan api bawah oven,
Lalu nyalakan api atas, panggang sejenak/hingga permukaan bika ambon terlihat lebih kecoklatan. 
7. Matikan api oven, keluarkan bika ambon, diamkan di suhu ruang hingga dingin, baru kemudian gunakan pisau kecil tajam, untuk membantu mengeluarkan bika ambon dari loyangnya.
Keterangan : untuk loyang kotak ukuran 20X20X7/10cm

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...